Ebun-embun air di kaca suasana pagi. Terlepas penyiksaan pegal-pegal tidur di bus gue meregangkan badan dengan kedua tangan gue di angkat ke atas dan punggung belakang menjolok ke depan, mengirup napas dalam-dalam dan menbuangnya sambil mengucapkan "Ahhh...".
Kriukk... Secara tiba-tiba perut gue berbunyi dan mulai terasa sakit, gue punya pirasat buruk tentang hal ini, Gue melihat kearah luar jendela bus, melihat temen-temen dari bus lain berlarian. "Pada kenapa tuh??!!". Gue heran. Tiba- tiba... "krrraukkk". Suara perut gue bunyi lagi. "Buset kenapa nih perut???". Sambil megang perut gue langsung beranjak dari kursi keluar menuju wc. Langkah demi langkah gue berjalan kayak pinguin salah urat. Gue gk bisa lari, gue takut kalo gue lari malah berojol duluan sebelum sampai tujuan. Dari kejauhan gue sudah melihat salah satu wc terbuka yang artinya lagi kosong. Gue lirik kanan kiri temen-temen bus lain berjalan dengan gesit menuju wc kosong itu. Gue langsung mempercepat laju jalan pinguin salah urat gue. Lirik kanan kiri lagi temen-temen mulai berganti tadinya jalan mulai berlari kecil. Gue pun sama mulai memakai nos gue untuk sampai ke wc lebih dulu dari mereka. Kami sudah seperti pembalap di film cars, untuk merebut posisi pertama. Temen - temen mulai berlari kencang. Gue pun langsung angkat celana ke atas dan mulai berlari sprint. Selangkah lagi sampai pintu wc dan akhirnya...
"OE DULUAN COY". Kata temen beda bus dengan meledek.
"KAMPRETTT". Ucap gue kesel bet kalah cepet.
Gue berdiri di depan pintu wc sambil merintis kesakitan layaknya orang lagi kesurupan. "Kriukkk". Shit... Bunyi lagi. Gue mengetukan sendal kelantai berulang kali, melihat jam berulang kali, dan gigit jari tak pernah henti . Gue khawatir ngeri crot disini. ("Eww"). Gue mulai lemes, kaki gue selalu gemeteran. Dan jari-jari kaku.
Kriukkk... Shit udah keluar ujungnya ("Eww"), OH NO. Gue makin panik dan khawatir. Gue langsung mengangkat kedua tangan gue ke atas dan memukul pintu dengan keras
"Guys, Pleash help me". Ucap gue lemes mengibarkan bendera putih
Tak lama kemudian akhirnya dia keluar dari wc. Gue menatap dia dan bilang "Thank you sobat" pake tampang melas. Dan dia menatap gue balik ,langsung menutup hidungnya dan bilang "Eww" .Lalu ia lari terbirit birit. Gue heran kenapa dia langsung lari kek abis ngeliat setan. Tunggu - tunggu,jangan jangan...
"SHITTTTT..." Teriakan gue kenceng sampai membangunkan dewa neptunus
Itu lah awal dimulainya hari kedua study tour ini.
Gue berjalan keluar wc dengan berkeringat, sehabis mengeluarkan boom atom yang ledakannya begitu dhasyat. Melihat ke sekitar dengan tatapan lemes matahari mulai muncul, suasana masih tetap dingin dan bus pariwisata mulai memenuhi tempat pemberhentian bus.
Gue berjalan menuju kantin pemberhentian bus sempoyongan sambil memegang perut.
"Dri, lu gak papa?. Kata salah satu temen gue yang habis keluar bus.
"nggggg gak... Enggak papa. Ucap gue lemes.
Gue dituntun sama dia dan duduk di sebelahnya. Banyak temen- temen lain juga saat itu. Kami memesan pesannan yang sama "WEDANG JAHE". Ini adalah pertama kalinya gue minum wedang jahe. Biasanya kalo dingin gue minum kopi ekstra gula. To be continue ...





0 komentar:
Posting Komentar